20.5.08

100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional

Aku adalah seorang reformis.

Aku berjuang untuk perubahan; perubahan ke arah yang lebih baik.
Aku berjuang demi negaraku, bangsaku; agar negaraku, bangsaku semakin maju.
Aku berjuang bukan untuk kepentingan pribadi; melainkan untuk kepentingan bersama.

Perubahan demi perubahan telah kuprakarsai.
Negaraku terus berusaha kuperbaiki.
Kepentingan bersama selalu kujunjung tinggi.

Namun apa yang terjadi.

Mengapa perubahan ini tidak kunjung juga menunjukkan hasil yang baik?
Mengapa negara ini tetap saja kesusahan untuk menjadi negara maju?
Mengapa tetap saja banyak orang yang mementingkan diri mereka?

Aku terus memprotes kebijakan yang tidak sesuai dengan visiku selama ini.
Kebijakan yang tidak membawa negara ini untuk maju.
Kebijakan yang didasarkan kepentingan pribadi atau golongan.

Aku terus memprotes dan memprotes, perubahan telah banyak terjadi.

Tapi tetap saja tidak sesuai dengan harapanku selama ini.
Aku masih belum terpuaskan meskipun beberapa kemajuan sudah tercapai di negaraku.
Tetap saja ada hal yang kurang.

Aku adalah seorang reformis.

Benarkah itu? Apakah aku benar-benar setuju dengan semua perubahan ini.
Perubahan yang terjadi dalam waktu yang singkat dan terus berlanjut.
Terus berlanjut tanpa tujuan yang jelas.

Tapi itu bukanlah hal yang penting, karena aku adalah seorang reformis.
Itu adalah dasar perjuanganku selama ini, satu-satunya hal yang harus kupertahankan, harus.
Harga diriku tidak membolehkan perubahan ini untuk dipertanyakan.

Karena aku adalah yang memutuskan hal ini, diriku sendiri.
Mana mungkin aku mempertanyakan hal yang selama ini sudah menjadi keyakinanku?
Aku harus terus menjalankan perjuangan ini, demi kebaikan bersama.

Ataukah ini hanya harga diriku? Apakah ini adalah kepentinganku sendiri?
Aku tidak bisa terus mempertanyakan hal ini, aku masih mempunyai harapan, harapanku.
Bahwa negara ini akan berubah terus dan kemajuan adalah hasil akhirnya.

Aku adalah seorang reformis... Benarkah?

- monolog untuk 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional

0 comments: